简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Dolar AS Melemah, Mata Uang Asia Menguat Mingguan
Ikhtisar:Dolar AS melemah mendekati level terendah tiga bulan karena langkah pembelian kembali obligasi pemerintah AS belum meredakan kekhawatiran fiskal. Mayoritas mata uang Asia menguat secara mingguan, meski yen dan rupee tetap dibayangi tekanan berbeda.

Dolar AS bergerak lemah pada perdagangan Jumat dan berada di dekat level terendah tiga bulan, dengan indeks dolar di sekitar 98,8.
Tekanan muncul setelah pasar menilai rencana pembelian kembali obligasi pemerintah AS hanya memberi dukungan sementara, sementara kekhawatiran terhadap defisit fiskal dan beban utang tetap membayangi aset berbasis dolar.
Departemen Keuangan AS sebelumnya menggandakan rencana buyback obligasi jangka panjang menjadi setidaknya $4 miliar per operasi dari $2 miliar mulai September.
Namun, imbal hasil obligasi kembali naik setelah sempat turun, dengan tenor 10 tahun berada di sekitar 4,70% dan tenor 30 tahun dekat 5,25%, sehingga membatasi penguatan sebagian mata uang Asia.
Yen Jepang bergerak tipis di sekitar 159 per dolar.
Data inflasi inti Jepang naik menjadi 1,8% secara tahunan pada Juli dari 1,6% pada Juni, memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan dapat menaikkan suku bunga dari 1% menjadi 1,25% pada pertemuan September, meski inflasi inti masih di bawah target 2%.
Di Asia, won Korea Selatan menjadi salah satu penguat utama, sementara dolar Australia, yuan China, dan dolar Singapura juga berada di jalur penguatan mingguan terhadap dolar AS.
Sebaliknya, rupee India tetap tertekan meski dolar melemah, dipengaruhi kenaikan harga minyak dan aktivitas lindung nilai importir, sementara intervensi bank sentral India disebut belum banyak menopang mata uang tersebut.
Di luar Asia, euro bertahan dekat level tertinggi tiga bulan dan poundsterling mendekati puncak enam bulan terhadap dolar AS.
Pergerakan pasar menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap prospek fiskal AS, meski belum ada kepastian apakah tekanan terhadap dolar akan berlanjut.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
WikiFX Broker
SBCFX
EC markets
EBC FINANCIAL GROUP
Eightcap
D prime
FOREX.com
SBCFX
EC markets
EBC FINANCIAL GROUP
Eightcap
D prime
FOREX.com










