简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Scott Bessent Perkuat Sinyal Kebijakan, AS Siapkan Buyback Treasury dan Konsolidasi Fiskal
Ikhtisar:【Gambar 1: Ilustrasi Pasar Keuangan Amerika Serikat】Menteri Keuangan AS Scott Bessent kembali menjadi sorotan pasar setelah menyampaikan sejumlah sinyal kebijakan terkait US Treasury, defisit fiskal A

【Gambar 1: Ilustrasi Pasar Keuangan Amerika Serikat】
Menteri Keuangan AS Scott Bessent kembali menjadi sorotan pasar setelah menyampaikan sejumlah sinyal kebijakan terkait US Treasury, defisit fiskal AS, Iran, dolar AS, dan harga minyak. Pernyataan tersebut muncul ketika yield obligasi pemerintah AS kembali naik meski Departemen Keuangan baru saja memperbesar program buyback obligasi jangka panjang.
Pada 19 Agustus, Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa skala buyback US Treasury untuk mendukung likuiditas obligasi tenor 10–20 tahun dan 20–30 tahun akan dinaikkan setidaknya dua kali lipat. Batas maksimum setiap operasi meningkat dari US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar.
Kebijakan tersebut sempat menekan yield Treasury, tetapi efeknya hanya bertahan singkat. Pada Kamis, yield obligasi jangka panjang kembali naik, dengan yield US Treasury 30 tahun meningkat sekitar 7 basis poin menjadi 5,26%.
Bessent menilai pergerakan dalam 24 jam hanyalah “noise” dan menegaskan bahwa Departemen Keuangan masih memiliki banyak instrumen untuk menjaga stabilitas pasar. Menurutnya, nilai buyback per operasi bahkan dapat melampaui US$4 miliar jika kondisi pasar membutuhkan.
Ia juga menilai yield Treasury saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi AS, terutama karena likuiditas US Treasury tenor 30 tahun dinilai sangat terbatas.
AS Siapkan Konsolidasi Fiskal Baru
Bessent mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump telah menugaskan dirinya bersama Direktur Office of Management and Budget (OMB) untuk memimpin program konsolidasi fiskal AS yang baru. Rinciannya diperkirakan diumumkan pada akhir pekan ini atau awal pekan depan.
Program tersebut berpotensi menghemat ratusan miliar dolar AS melalui pemberantasan penipuan dan pemangkasan sejumlah pendanaan federal kepada negara bagian.
Bessent optimistis defisit fiskal AS kemungkinan telah mencapai puncaknya, salah satunya berkat peningkatan penerimaan tarif. Namun, Kepala Strategi Evercore ISI Sarah Bianchi meragukan apakah pemerintah mampu mengambil langkah konkret yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap defisit.
Iran dan Harga Minyak Jadi Fokus Pasar
Bessent juga mengatakan konferensi pers akan digelar pada 24 Agustus untuk menjelaskan rencana AS terhadap Iran. Washington berpotensi meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai alternatif untuk menghindari operasi militer berskala besar.
Ia bahkan memperingatkan kemungkinan “isolasi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap Iran serta menyerukan dukungan dari sekutu AS.
Perkembangan ini menjadi perhatian investor karena ketegangan AS-Iran dapat memengaruhi harga minyak global, inflasi, dan ekspektasi suku bunga.
Bessent juga kembali menegaskan kebijakan dolar AS yang kuat dan mengatakan dolar mulai kembali ke level dua bulan lalu. Ia mempertanyakan kenaikan harga minyak pada Kamis dan memperkirakan kebijakan ekonomi yang segera diumumkan dapat mendorong harga minyak turun lebih cepat.
Outlook Pasar
Pernyataan Bessent menunjukkan bahwa Departemen Keuangan AS mencoba mengombinasikan buyback US Treasury dan konsolidasi fiskal untuk meredakan tekanan pada yield obligasi jangka panjang.
Buyback dapat memperbaiki likuiditas dalam jangka pendek, tetapi belum tentu mampu mengatasi tekanan struktural dari defisit fiskal, tingginya penerbitan obligasi, dan inflasi.
Dalam jangka pendek, investor perlu mencermati skala buyback Treasury, rincian konsolidasi fiskal, serta kebijakan AS terhadap Iran. Dalam jangka panjang, keberlanjutan fiskal AS dan kemampuan investasi AI dalam meningkatkan produktivitas akan menjadi faktor penting bagi prospek utang pemerintah dan pasar obligasi.
Peringatan Risiko: Pandangan, analisis, riset, harga, dan informasi di atas hanya merupakan komentar pasar secara umum dan tidak mewakili posisi platform. Setiap investor bertanggung jawab atas risiko keputusan investasinya sendiri. Harap berhati-hati dalam melakukan transaksi.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










