简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Wall Street Turun, Harga Minyak Naik, Bitcoin Tembus US$72.000, Yield Treasury Melonjak
Ikhtisar:Ringkasan PasarTiga indeks utama Wall Street kompak melemah pada perdagangan Kamis. Dow Jones ditutup di level 52.759, turun 1,32%; SP 500 berakhir di 7.641, melemah 0,87%; sementara Nasdaq ditutup di
Ringkasan Pasar
Tiga indeks utama Wall Street kompak melemah pada perdagangan Kamis. Dow Jones ditutup di level 52.759, turun 1,32%; S&P 500 berakhir di 7.641, melemah 0,87%; sementara Nasdaq ditutup di 26.067, turun 1,00%. Nasdaq 100 mencatat penurunan selama lima sesi perdagangan berturut-turut, dengan Amazon turun sekitar 2% dan menjadi salah satu pemberat utama saham berkapitalisasi besar.
Harga minyak menguat signifikan. Minyak mentah WTI naik sekitar 2,1% ke US$86,22 per barel, sedangkan Brent menguat sekitar 1,7% ke US$93,20 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz serta keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menangguhkan perdagangan dengan Iran.
Bitcoin menembus US$72.000 untuk pertama kalinya sejak awal Juni, naik sekitar 5% dalam sehari dan mencatat kenaikan kumulatif sekitar 15% sejak Senin. Ethereum juga menguat tajam, dengan kenaikan kumulatif sekitar 20% dalam dua sesi perdagangan.
Yield obligasi pemerintah AS tenor panjang kembali meningkat. Yield Treasury 10 tahun naik sekitar 4 basis poin menjadi 4,69%, sementara yield Treasury 30 tahun mencapai sekitar 5,24%, mendekati level tertinggi dalam 20 tahun. Departemen Keuangan AS merespons tekanan di pasar obligasi tenor panjang dengan memperluas program pembelian kembali obligasi (buyback).
Dari sisi korporasi, pertumbuhan penjualan toko sebanding (same-store sales) Walmart pada kuartal II hanya mencapai 2,6%, terendah dalam enam tahun, sehingga sahamnya anjlok lebih dari 9%. Saham Moderna turun 23% setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Sementara itu, pendapatan Alibaba pada kuartal II tumbuh 9% secara tahunan (YoY), dengan Annual Recurring Revenue (ARR) dari produk AI mencapai 49,5 miliar.
Pasar saham A Tiongkok ditutup sedikit menguat. Shanghai Composite naik 0,24% ke 3.903,72, sedangkan ChiNext Index menguat 0,64%. Loan Prime Rate (LPR) Tiongkok pada Agustus dipertahankan tidak berubah selama 15 bulan berturut-turut. Shanghai juga menurunkan uang muka minimum untuk pembelian rumah kedua di luar Outer Ring Road menjadi 15%.
Fokus Pasar● Kenaikan Harga Minyak dan Selat Hormuz
Harga minyak WTI dan Brent sama-sama menguat, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz serta keputusan UEA untuk menangguhkan perdagangan dengan Iran.
Perhatian pasar tidak hanya tertuju pada potensi gangguan pasokan dalam jangka pendek. Risiko yang lebih besar adalah kemungkinan terganggunya jalur pelayaran strategis tersebut, yang dapat mendorong harga energi lebih tinggi, meningkatkan ekspektasi inflasi, serta mempersempit ruang kebijakan bank sentral di berbagai negara.
Perkembangan negosiasi geopolitik dan data aktual lalu lintas pelayaran selanjutnya akan menjadi faktor penting untuk menentukan apakah kenaikan harga minyak kali ini hanya merupakan reaksi sentimen jangka pendek atau justru awal dari tren kenaikan yang lebih berkelanjutan.
● Yield Obligasi Jangka Panjang dan Valuasi Saham AS
Yield Treasury AS tenor 30 tahun naik menjadi sekitar 5,24%, mendekati level tertinggi dalam 20 tahun, sementara yield tenor 10 tahun kembali mencapai 4,69%.
Kenaikan suku bunga jangka panjang terus memberikan tekanan terhadap valuasi saham pertumbuhan (growth stocks), terutama sektor teknologi. Nasdaq 100 pun telah mencatat penurunan selama lima sesi perdagangan berturut-turut.
Langkah Departemen Keuangan AS untuk memperluas program pembelian kembali obligasi tenor panjang menunjukkan bahwa perhatian pasar mulai bergeser dari kebijakan moneter menuju kondisi fiskal dan pasokan obligasi pemerintah.
Kemampuan yield obligasi jangka panjang untuk kembali stabil akan menjadi salah satu indikator utama dalam menilai arah selera risiko (risk appetite) pasar saham AS selanjutnya.
Agenda Utama yang Perlu Diperhatikan
Indeks Harga Konsumen (CPI) Jepang untuk Juli
Pasar akan mencermati arah inflasi Jepang serta dampaknya terhadap kebijakan Bank of Japan (BoJ) dan pergerakan yen Jepang.
Estimasi Awal PMI Manufaktur dan Jasa Global untuk Agustus
Data akan mencakup Amerika Serikat, Zona Euro, Inggris, dan Jepang, serta memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi permintaan di sektor manufaktur dan jasa global.
Paparan Tiongkok Mengenai Efektivitas Kebijakan Fiskal
Pasar akan mengamati arah stimulus fiskal pada semester II serta sinyal kebijakan terhadap pertumbuhan kredit dan sektor properti.
Tinjauan Tengah Tahun Hang Seng Index
Perhatian akan tertuju pada saham-saham yang berpotensi masuk ke dalam indeks serta dampaknya terhadap arus dana pasif (passive fund flows).
Perkembangan Geopolitik di Selat Hormuz Setelah Lonjakan Harga Minyak
Pasar akan terus memantau perkembangan situasi geopolitik di kawasan tersebut serta keterkaitannya dengan harga energi dan ekspektasi inflasi.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










