简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Wall Street Menguat, Moderna Melonjak 180% Usai Terobosan Vaksin Kanker mRNA
Ikhtisar:Tinjauan PasarKementerian Keuangan AS mengumumkan peningkatan batas maksimum operasi pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah AS bertenor panjang. Langkah tersebut dipandang pasar sebagai bentu
Tinjauan Pasar
Kementerian Keuangan AS mengumumkan peningkatan batas maksimum operasi pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah AS bertenor panjang. Langkah tersebut dipandang pasar sebagai bentuk intervensi tidak langsung terhadap imbal hasil obligasi jangka panjang. Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun langsung turun tajam setelah pengumuman tersebut.
Tiga indeks utama Wall Street berhasil mengakhiri penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Indeks S&P 500 ditutup naik 0,21% ke level 7.707,98, Dow Jones menguat 0,22% menjadi 53.463,05, sementara Nasdaq naik 0,16% ke 26.331,09.
Saham Moderna melonjak hampir 180% setelah uji klinis fase III vaksin kanker berbasis mRNA yang dikembangkan bersama Merck menunjukkan hasil positif.
Sementara itu, pasar saham A-share China mengalami tekanan jual tajam. Shanghai Composite anjlok 2,40% ke 3.894,42, Shenzhen Component merosot 5,01% ke 13.890,15, sedangkan ChiNext jatuh 6,26% ke 3.473,49.
Di pasar komoditas, emas spot naik 2,83% menjadi US$4.489,4, sementara perak menguat 2,8% menjadi US$65,73. Minyak mentah WTI naik 1,05% ke US$85,83 per barel dan Brent menguat 0,66% menjadi US$91,62 per barel.
Indeks Dolar AS turun ke level terendah sejak akhir Mei. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di 4,65%, sementara indeks volatilitas VIX turun 6% menjadi 14,89.
Sorotan Utama● Vaksin Kanker mRNA Catat Terobosan Bersejarah
Vaksin melanoma personal berbasis mRNA yang dikembangkan bersama oleh Moderna dan Merck mencatat hasil positif dalam uji klinis fase III berskala besar. Setelah hasil tersebut diumumkan, saham Moderna melonjak hampir 180% dalam satu sesi perdagangan. Saham Merck sebagai mitra pengembangan juga naik hampir 13%, menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terbaik di antara konstituen Dow Jones.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi teknologi mRNA. Setelah sebelumnya memperoleh pengakuan luas melalui vaksin COVID-19, teknologi ini kini untuk pertama kalinya mencatat keberhasilan uji klinis fase III dalam bidang terapi kanker.
Perkembangan ini menandai langkah penting dalam sejarah imunoterapi kanker berbasis pendekatan personal sekaligus mendorong pasar untuk melakukan penilaian ulang terhadap potensi komersialisasi platform mRNA di luar pengobatan penyakit menular.
● “Intervensi Tidak Langsung” Kementerian Keuangan AS terhadap Kurva Imbal Hasil Picu Perdebatan
Kementerian Keuangan AS mengumumkan akan menaikkan batas maksimum pembelian kembali obligasi pemerintah AS bertenor panjang dalam setiap operasi dari US$2 miliar menjadi US$4 miliar, atau setidaknya dua kali lipat dari batas sebelumnya. Kebijakan tersebut dipandang memberikan sinyal bahwa pemerintah mulai mengambil langkah untuk memengaruhi tingkat suku bunga jangka panjang.
Setelah pengumuman tersebut, imbal hasil Treasury AS bertenor panjang langsung turun tajam. Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun tercatat turun sekitar 9 basis poin dalam perdagangan intraday.
Langkah ini memicu perdebatan sengit di Wall Street. Sebagian pelaku pasar menilai kebijakan tersebut secara substansial menyerupai versi Kementerian Keuangan dari Yield Curve Control (YCC) atau pengendalian kurva imbal hasil.
Sementara itu, sejumlah analis menafsirkannya sebagai bentuk Quantitative Tightening (QT) yang dimodifikasi, sekaligus sebagai apa yang disebut pasar sebagai “Trump Put”, yakni ekspektasi bahwa pemerintah akan turun tangan memberikan dukungan ketika pasar menghadapi tekanan signifikan.
Fokus Utama Hari Ini
China: Pengumuman Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun dan 5 tahun untuk Agustus.
Amerika Serikat: Rilis data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan (Initial Jobless Claims).
Alibaba: Publikasi laporan keuangan dan pelaksanaan konferensi hasil kinerja (earnings call).
China Ping An, China Tourism Group Duty Free, China Telecom, NetEase, Pop Mart, CITIC Securities, dan Li Ning: Dijadwalkan merilis laporan keuangan secara bertahap.
Walmart: Merilis laporan keuangan terbaru, dengan perhatian pasar tertuju pada indikator konsumsi dan belanja ritel.
Indeks Dolar AS: Turun ke level terendah sejak akhir Mei. Isu independensi Federal Reserve serta arah kebijakan suku bunga The Fed tetap menjadi fokus utama pasar.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










