Uang Beredar Indonesia Juli 2026: M2 Tumbuh 8,3%, Kredit Naik 13%
Uang beredar Indonesia Juli 2026 mencapai Rp10.371,1 triliun. M2 tumbuh 8,3% dan kredit 13,0%. Baca arti data BI bagi ekonomi dan pasar.
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Ikhtisar:Dunia Kini Sedang Krisis Sangat Parah!

Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan saat ini dunia tengah menghadapi krisis yang sangat parah. Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti.
Destry menjelaskan, perekonomian dunia saat ini masih rapuh dan berusaha untuk bangkit dari pandemi Covid-19. Namun, ketidakpastian kembali meningkat karena adanya tensi geopolitik Rusia dan Ukraina.
“Saat ini kita mengalami krisis yang sangat parah. Ini memperburuk gangguan pada rantai perdagangan dunia dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global,” jelas Destry dalam diskusi virtual bertajuk Strengthening Economic Recovery Amidst Heightened Uncertainty, Jumat (22/4/2022).
Rusia dan Ukraina sebagai salah satu eksportir komoditas energi dan pangan, berimbas terhadap naiknya harga komoditas pangan dan energi global. Inflasi meningkat di banyak negara.
Bank sentral di negara maju bahkan sudah mulai melakukan normalisasi kebijakan moneternya, untuk merespon lonjakan inflasi yang terjadi.
“Tekanan inflasi berasal dari permintaan domestik yang terpendam, kenaikan harga komoditas, dan harga pangan akibat konflik Rusia dan Ukraina,” jelas Destry.
Ketidakpastian di pasar keuangan global, kata Destry juga diperkirakan akan meningkat akibat terbatasnya aliran modal ke negara-negara emerging market, seiring dengan meningkatnya risiko capital reversal ke aset-aset safe haven, yang berpotensi memberikan tekanan lebih ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kendati demikian, menurut Destry Indonesia merupakan salah satu negara yang beruntung karena tidak memiliki dampak yang signifikan dari perang Rusia dan Ukraina. “Indonesia justru mendapatkan keuntungan khususnya ekspor karena Indonesia sebagai negara berbasis komoditas,” tuturnya lagi.
Seperti diketahui, kinerja ekspor yang berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah. Nilai ekspor pada Maret 2022 tercatat mencapai US$ 26,50 miliar, meningkat signifikan sebesar 29,42% jika dibandingkan bulan sebelumnya, juga naik 44,36% jika dibandingkan Maret 2021.
Pemulihan ekonomi yang berlangsung kuat juga dikonfirmasi melalui data indikator ekonomi pada Maret 2022, seperti penjualan ritel, ekspektasi konsumen dan PMI manufaktur.
“Permintaan domestik juga tumbuh sangat cepat di Indonesia dan kita dapat melihat bahwa pemulihan secara menyeluruh di sisi pengeluaran dan juga di sisi produksi dan bahkan di tingkat regional terjadi mulai pertengahan tahun 2021 hingga awal 2022,” ucapnya.
“Oleh karena itu di Bank Indonesia memperkirakan ekonomi tahun 2022 akan tumbuh sekitar 4,5-5,3% lebih tinggi dari tahun 2021 dan 3,6% bahkan minus 2,7% di tahun 2019” kata Destry melanjutkan.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

Uang beredar Indonesia Juli 2026 mencapai Rp10.371,1 triliun. M2 tumbuh 8,3% dan kredit 13,0%. Baca arti data BI bagi ekonomi dan pasar.

Bappebti menampilkan PT Handal Semesta Berjangka dengan izin usaha 001/BAPPEBTI/SI/5/2018, izin SPA 001/BAPPEBTI/SP-SPA/5/2018, dan situs www.hsb.co.id. Perusahaan mendapat nilai A++ untuk triwulan II-2026. Bappebti juga pernah mencatat satu tautan Telegram sebagai duplikasi perusahaan. Bukti duplikasi menunjukkan risiko peniru, bukan bukti bahwa perusahaan asli melakukan penipuan.

Review Mobile App dan InTrade Broker Doo Financial Futures untuk trading forex dari smartphone. Simak fitur, keunggulan, cara download, serta tips penggunaannya.

Bappebti tidak lagi menampilkan GKInvest sebagai nama badan hukum utama. Rekor yang diperiksa menampilkan PT Trive Invest Futures, lalu menyebut PT Global Kapital Investama Berjangka dan PT Megah Tama Berjangka sebagai nama sebelumnya. Nomor izin usaha tetap 824/BAPPEBTI/SI/11/2005, sedangkan situs yang tercatat sekarang adalah triveinvest.co.id. Ini adalah perubahan identitas yang harus dipahami sebelum login atau mengirim dana.