Uang Beredar Indonesia Juli 2026: M2 Tumbuh 8,3%, Kredit Naik 13%
Uang beredar Indonesia Juli 2026 mencapai Rp10.371,1 triliun. M2 tumbuh 8,3% dan kredit 13,0%. Baca arti data BI bagi ekonomi dan pasar.
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Ikhtisar:Sejumlah saham Wall Street AS melonjak pada Kamis waktu WIB. Saham yang paling melonjak berasal dari keuangan dan teknologi yang berhasil rebound pasca penurunan ekstrem dampak harga minyak turun tajam setelah memicu ketakutan inflasi dan investor mengukur perkembangan dalam krisis Ukraina.
Sejumlah saham Wall Street AS melonjak pada Kamis waktu WIB. Saham yang paling melonjak berasal dari keuangan dan teknologi yang berhasil rebound pasca penurunan ekstrem dampak harga minyak turun tajam setelah memicu ketakutan inflasi dan investor mengukur perkembangan dalam krisis Ukraina.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 653,61 poin atau 2,00 persen, menjadi menetap di 33.286,25 poin. Indeks S&P 500 bertambah 107,18 poin atau 2,57 persen, menjadi berakhir di 4.277,88 poin. Indeks Komposit Nasdaq melambung 460,00 poin atau 3,59 persen, menjadi ditutup di 13.255,55 poin.
Indeks S&P 500 membukukan kenaikan persentase satu hari terbesar sejak Juni 2020, sementara Nasdaq mencatat kenaikan terbesar sejak Maret 2021.
Kelompok teknologi kelas berat dan keuangan adalah sektor S&P 500 dengan keuntungan tertinggi, masing-masing terangkat 4,0 persen dan 3,6 persen.
Energi, yang telah menjadi pemain sektor yang menonjol pada tahun 2022, merosot 3,2 persen karena harga patokan minyak mentah Brent turun menjadi sekitar 110 dolar AS per barel dari lebih dari 130 dolar AS pada awal minggu.
Harga minyak global mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu, setelah Uni Emirat Arab mengatakan anggota OPEC akan mendukung peningkatan produksi ke pasar yang berantakan karena gangguan pasokan yang disebabkan oleh sanksi yang dikenakan pada Rusia atas konfliknya dengan Ukraina.
Kenaikan tajam pada minyak dan komoditas lainnya telah memicu kekhawatiran tentang goncangan lebih lanjut terhadap kenaikan inflasi dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi.
“Saya pikir ini adalah reli oversold pada pendinginan komoditas-komoditas,” kata Walter Todd, kepala investasi di Greenwood Capital. “Saham telah dijual cukup agresif selama beberapa hari. Saya tidak tahu bahwa itu mengubah arah secara permanen.”
Saham perjalanan dan liburan, yang telah terpukul keras baru-baru ini, juga melonjak, dengan saham Carnival Corp melonjak 8,8 persen dan United Airlines Holdings terangkat 8,3 persen.
“Pasar sedang istirahat, berkonsolidasi dari tren turun yang telah membuat banyak saham benar-benar terpukul, terutama di sisi pertumbuhan pasar,” kata Anu Gaggar, ahli strategi investasi global untuk Commonwealth Financial Network.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

Uang beredar Indonesia Juli 2026 mencapai Rp10.371,1 triliun. M2 tumbuh 8,3% dan kredit 13,0%. Baca arti data BI bagi ekonomi dan pasar.

Bappebti menampilkan PT Handal Semesta Berjangka dengan izin usaha 001/BAPPEBTI/SI/5/2018, izin SPA 001/BAPPEBTI/SP-SPA/5/2018, dan situs www.hsb.co.id. Perusahaan mendapat nilai A++ untuk triwulan II-2026. Bappebti juga pernah mencatat satu tautan Telegram sebagai duplikasi perusahaan. Bukti duplikasi menunjukkan risiko peniru, bukan bukti bahwa perusahaan asli melakukan penipuan.

Review Mobile App dan InTrade Broker Doo Financial Futures untuk trading forex dari smartphone. Simak fitur, keunggulan, cara download, serta tips penggunaannya.

Bappebti tidak lagi menampilkan GKInvest sebagai nama badan hukum utama. Rekor yang diperiksa menampilkan PT Trive Invest Futures, lalu menyebut PT Global Kapital Investama Berjangka dan PT Megah Tama Berjangka sebagai nama sebelumnya. Nomor izin usaha tetap 824/BAPPEBTI/SI/11/2005, sedangkan situs yang tercatat sekarang adalah triveinvest.co.id. Ini adalah perubahan identitas yang harus dipahami sebelum login atau mengirim dana.